
Penrem 043/Gatam.
Bandar Lampung, 15/03/16.Untuk memelihara kemampuan Personel dalam menembak senjata pada Triwulan I TA. 2016, Korem 043/Gatam selama 2 hari mulai tanggal 15 s.d 16 Maret 2016 melaksanakan latihan menembak senjata ringan.
Kegiatan latihan menembak ini dilaksanakan di Lapangan Tembak Kompi A Yonif 143/TWEJ di Gedung Tataan Pesawaran, yang mendapat pengawasan langsung dari Perwira Seksi Latihan Korem 043/Gatam Mayor Inf Bowo di dampingi Dankima Rem 043/Gatam, Kapten Inf Suparno dilaksanakan dengan menggunakan senjata organik Korem 043/Gatam, Laras panjang jenis M.16. Untuk kegiatan menembak senjata laras panjang, dilaksanakan materi tembak koreksi dasar senapan jarak 100 meter memakai munisi 30 butir menggunakan sikap tiarap, duduk dan berdiri dengan Lesan C1.
Kegiatan yang berlangsung dibawah cuaca terik tersebut diikuti dengan penuh semangat oleh 40 dari Bintara dan Tamtama.Urut-urutan kegiatan dilakukan sesuai prosedur per gelombang pelaksanaan menembak. Hal ini merupakan hal yang penting untuk selalu dilakukan mengingat latihan menembak memiliki tingkat resiko yang tinggi dikarenakan munisi yang digunakan adalah munisi tajam sehingga tidak ada istilah lalai didalam pelaksanaan kegiatannya.
Bandar Lampung, 15/03/16.Untuk memelihara kemampuan Personel dalam menembak senjata pada Triwulan I TA. 2016, Korem 043/Gatam selama 2 hari mulai tanggal 15 s.d 16 Maret 2016 melaksanakan latihan menembak senjata ringan.
Kegiatan latihan menembak ini dilaksanakan di Lapangan Tembak Kompi A Yonif 143/TWEJ di Gedung Tataan Pesawaran, yang mendapat pengawasan langsung dari Perwira Seksi Latihan Korem 043/Gatam Mayor Inf Bowo di dampingi Dankima Rem 043/Gatam, Kapten Inf Suparno dilaksanakan dengan menggunakan senjata organik Korem 043/Gatam, Laras panjang jenis M.16. Untuk kegiatan menembak senjata laras panjang, dilaksanakan materi tembak koreksi dasar senapan jarak 100 meter memakai munisi 30 butir menggunakan sikap tiarap, duduk dan berdiri dengan Lesan C1.
Kegiatan yang berlangsung dibawah cuaca terik tersebut diikuti dengan penuh semangat oleh 40 dari Bintara dan Tamtama.Urut-urutan kegiatan dilakukan sesuai prosedur per gelombang pelaksanaan menembak. Hal ini merupakan hal yang penting untuk selalu dilakukan mengingat latihan menembak memiliki tingkat resiko yang tinggi dikarenakan munisi yang digunakan adalah munisi tajam sehingga tidak ada istilah lalai didalam pelaksanaan kegiatannya.
