Danrem 043/Gatam Pimpin Rapat Sergap Tahun 2017

Cetak

Penrem 043/gatam


  Bandar Lampung--Kolonel Inf  Hadi Basuki So.Sos.,M.M Komandan Korem 043/Garuda Hitam bersama para Dandim Jajaran Korem 043/Gatam  menggelar rapat sergab yang bertujuan menindaklanjuti rapat Sergap (serap gabah) dari Pusat pada  Bulan maret  2017 yang lalu di Jakarta. Korem dan Jajaran mendukung penuh kebijakan bapak Presiden untuk Swasembada Pangan dalam kurun waktu 3 tahun dapat terpenuhi, dengan dukungan pengerahan pasukan diwilayah Provinsi Lampung di aula A. yani Korem 043/Gatam pada hari selasa, 04 April 2017.

Dalam sambutanya Danrem, pelaksanaan Sergap ini merupakan Instruksi dari bapak Presiden RI Ir, Joko widodo kepada Kementrian pertanian dan Pamglima TNI agar mengadakan program (Sergap)  Serapan gabah Petani bekerja sama dengan TNI.  "Saya berharap hasil koordinasi ini bisa menjadi acuan khusus untuk tim sergap dalam pencapaian target sergap yang di tetapkan dalam luas tambah tanam di provinsi Lampung", tambah
Kolonel Inf  Hadi Basuki So.Sos.,M.M.

Disisi lain ketua Tim Sergab (serap gabah) pusat Kolonel Arh Ramses L. Tobing mengatakan” Untuk melihat seberapa besar serapan gabah diwilayah Provinsi Lampung. Tugas ini sebagai pesan moral yang mana Indonesia sebagai negara agraris yang semestinya negara swasembada pangan.

Untuk itu penekanan dari pusat kita harus mencapai target yang telah ditentukan, sehingga kita mempunyai kebanggaan sebagai negara agraris. Dengan harapan diwilayah Sumsel sukses dengan penyerapan sesuai target. “pungkasnya”

Kasub Drivree Bulog menyampaikan, Dalam rangka penyerapan Bulog telah ada nota kesepakatan antara Bulog dengan dinas pertanian yang dihadiri oleh Danrem, dengan harga Rp.3.700 per kg ,- harus dibeli Bulog. Penyerapan Gabah sampai dengan saat ini di Provinsi lampung  sedangkan targetnya 150 ribu Ton dilihat dari luas tanam di Lampung.  
Selanjutnya  Kepala Dinas Pertanian  Lampung Ir Ediyanto menyampaikan Gabah yang ada di Provinsi Lampung dapat diserap atau di beli oleh Bulog Sesuai dengan Inpres.

Secara nasional penyerapan Gabah paling banyak di Jatim 160 ribu ton , Jateng 125 ribu ton , Jabar 107 ribu ton, Sulsel 86 ribu ton , Lampung 19 ribu Ton, Luas tanam periode Oktober 2015 s/d Maret 2016 seluas 544 ribu Ha dari target 498 ribu Ha, sedangkan target tanam pada April s/d September 2016 seluas 574 ribu Ha dan yang baru terlaksana baru 7ribu Ha karena masih awal.

Dalam sambutannya Kabulog Perum Divre  Lampung menyatakan Sesuai Printah dan petunjuk Presiden kepada Bulog yang berkaitan dengan 4 kementerian : Menteri BUMN bagaimana menjaga pertumbuhan perusahaan, Mentan bagaimana menyerap gabah, Mensos bagaimana menyalurkan beras kualitas yang bagus dan Mendag bagaimana stabilkan harga.
Ketahan Pangan ada 3 Pilar yaitu : Ketersediasan, Keterjangkauan dan Stabilitas yang harus dijaga oleh Bulog. Potensi di Provinsi lampung pada  tahun 2017 ,
Kendala dilapangan :

1. Gabah yang tidak berkualitas karena kadar air yang tinggi akibat panen terlambat yang diakibatkan air pasang, curah hujan tinggi dan tenaga pemanen tidak ada/sangat minim.
2. Secara geografis lahan pertanian dikelilingi oleh daerah minus sehingga harga beras menjadi rendah dan diserbu oleh daerah tetangga seperti Lampung dan Jambi.
3. Tingginya biaya angkut pada saat panen.
4. Masih adanya budaya Ijon dikalangan petani.
5. Petani banyak yang suka menjual hasil panen kepada Tengkulak karena harga lebih bagus diatas HPP.
6. Cara petani dalam memanen padi masih secara tradisional.
Hadir dalam kegiatan tersebut, Para  Dandim Jajaran Korem 043/Gatam , Kadistan  Provinsi lampung , serta Kadistan se kabupaten Lampung.