• Galeri Foto
  • Galeri Foto
  • Galeri Foto

DANREM 043/GATAM SAMPAIKAN MATERI BAHAYA LATEN KOMUNIS DI PONPES AL-FATAH NEGARARATU NATAR LAMSEL

E-mail Cetak PDF




Penrem 043/Gatam.

  Bandar Lampung (20/09).  Komandan Korem 043/Gatam Kolonel Kav Supriyatna, S.Ip, M.M, kemarin senin (18/09) pkl.16.00 wib, bersilaturahmi sekaligus mengisi materi di Ponpes Al-Fatah desa Muhajirun Negararatu Natar Kab. Lampung Selatan. Kedatangan Komandan Korem 043/Garuda Hitam langsung disambut para Santriwan/santriwati beserta segenap Pengurus Pondok Pesantren Al-Fatah, Sesepuh Ponpes Al-Fatah, Kepala Desa Negararatu, Kapolsek Natar (diwakili), dan Danramil Natar yang diwakili Pelda H. Darodji beserta Babinsa Negararatu Serda Samsyul M.

  Usai Ramah Tamah sejenak, Komandan Korem 043/Gatam beserta pengurus Ponpes Al-Fatah dan rombongan, langsung menuju Masjid yang berada di lingkungan Ponpes Al-Fatah, untuk mengisi materi “ Mewaspadai bahaya Laten Komunisme dan sikap Kaum Muslimin menurut Tinjauan dalam Perspektif kesatuan Ummat “ kepada kurang lebih 1000 orang Santriwan/santriwati, Mahasiswa/i Perguruan Tinggi Shuffa Al Qur’an Abdullah bin Mas’ud (SQABM) Online, Tokoh agama dan masyarakat yang berada di lingkungan Ponpes Al-Fatah. Acara dimulai dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan sambutan Pembina Utama SQABM Prof. Dr. Ariffien H. Bratawinata M. Agr, kepada seluruh peserta Kuliah umum Pembina SQABM, menyampaikan kepada peserta untuk menyimak apa-apa yang akan disampaikan Danrem 043/Gatam, menyangkut bahaya Laten Komunisme.

  Sebelum menyampaikan meteri Danrem 043/Gatam, menyampaikan permohonan ma’af  Pangdam II/Swj Mayjen TNI Sudirman, S.H, M.M, yang sedianya akan mengisi materi di Ponpes Al-Fatah ini, namun dikarenakan ada kegiatan yang tidak dapat ditinggalkan maka Danrem ditunjuk untuk mewakili Pangdam II/Swj pada kegiatan ini. Dalam penyampaian materinya Danrem menjelaskan secara terinci tentang Bahaya Laten Komunis yang tidak akan pernah mati, juga merupakan gerakan internasional yg menggunakan "dua wajah" yakni legal dan illegal, gerakan bawah tanah. Dengan singkat dapat dikatakan bahwa letak kekuatan komunis sehingga akan selalu menjadi latent adalah :
pertama : komunis adalah suatu ideologi, dan karena itu tidak akan pernah mati.
kedua : komunisme adalah suatu gerakan internasional yang mempunyai jaringan di seluruh dunia.
ketiga : komunisme adalah gerakan yang berwajah "ganda", yakni legal dan illegal (gerakan bawah tanah), yang populer dengan sebutan "PKI siang dan PKI malam"
keempat : dalam mencapai tujuannya, komunis menggunakan cara kekerasan dan "menghalalkan segala cara"  (het doe / heigh de middeles).
kelima : mahir dalam taktik dan sistem pendidikan kader di dalam dan luar negeri, sehingga mahir pula memanfaatkan orang lain, dan orang lan yang mudah dimanfatkan inilah yang dalam terminologi komunis disebut "orang-orang tolol berguna" (the fellow traveller) orang-orang dengan kategori inilah yang akan selalu selalu dimanfaatkan dan dijadikan perisai sebagai martir dalam gerakan komunis.

  Diakhir Kuliah umum nya Danrem 043/Gatam menyimpulkan bahwa :
1. Indonesia memiliki segalanya untuk menjadi Bangsa yang besar.
2. Segala potensi dan kekuatan akan tidak ada artinya, jika Bangsa ini tidak memiliki karakter sebagai bangsa yang besar.
3. Perlunya Kewaspadaan Nasional, karena Komunisme tetap menjadi ancaman dan sewaktu-waktu mereka akan muncul.
4. Dengan semangat Nasionalisme, Persatuan dan sadar bahwa Indonesia adalah satu, yang bisa wujudkan Indonesia Jaya.   
Turut serta mendampingi Danrem 043/Gatam dalam mengisi kuliah umum di ponpes Al-Fatah Pasi Ter Korem 043/Gatam Mayor Inf Probowo, kegiatan berlangsung dengan tertib, aman dan lancar. (pen)

You are here: Home