• Galeri Foto
  • Galeri Foto
  • Galeri Foto

DANREM 043/GATAM SILATURAHMI KE PONDOK PESANTREN DAN ALIM ULAMA LAMPUNG

E-mail Cetak PDF
Penrem 043/Gatam.

BANDAR LAMPUNG- Korem 043/ Garuda Hitam, mengunjungi Pondok Pesantren (Ponpes) Riyadhus Sholihin milik KH Ismail Zulkarnain, di Jalan Dr Harun 2, Tanjungkarang Timur, Bandar Lampung.
Dalam kunjungannya kali ini ke Ponpes tersebut, dihadiri oleh Komandan Korem  043/ Gatam, Kolonel Kav Supriatna SI.P,MM Komandan Kodim 0410 Bandar Lampung, Letkol Arm Didik Harmono, dan Perwira Seksi Teritorial Korem 043/Gatam, Mayor Inf. Prabowo, serta tokoh alim ulama se Lampung.

Danrem 043 /Gatam, Kolonel Kav. Supriatna memaparkan pada kesempatan tersebut bahwa pihaknya melakukan implementasi dari arahan Panglima TNI, Jenderal Gatot Nurmantyo tentang kedaulatan NKRI ada di rakyat. Bahwa pemahaman wawasan nusantara sangat diperlukan sebagai upaya pertahanan keamanan dalam negeri dengan bersinergi kepada para alim ulama di Lampung.
“Panglima berpesan, garda terakhir di NKRI adalah rakyat. Untuk itu TNI bersama rakyat bahu membahu menjaga pertahanan dan keamanan bangsa,” kata dia dalam rilis yang diterima Lampost.co, Jumat (11/11/2016).
Selain itu, TNI juga harus menjalin komunikasi dan kerja sama sosial kepada seluruh elemen masyarakat baik para tokoh agama, tokoh masyarakat, dan tokoh pemuda.
“Karena jumlah rasio personel tidak sebanding dengan rakyat. Jadi kita perlu kerja sama kepada rakyat. TNI tanpa rakyat itu tidak akan kuat. Maka kita rapatkan barisan bersama agar tidak terjadi perpecah belahan NKRI,” ujarnya.
Ketua Yayasan Ponpes Riyadhus Sholihin, KH Ismail Zulkarnain menuturkan, dirinya sangat mengapresiasi TNI khususnya Korem 043/Gatam Lampung, yang sudah memberikan pengarahan wawasan tentang pentingnya menjaga kedaulatan dan pertahanan, serta keamanan bangsa dari oknum-oknum yang mencoba memperpecah belah kesatuan dan kesatuan bangsa terlebih kepada umat muslim.
“Kami sebagai umat muslim terkait kasus penistaan agama yang dilakukan Ahok, hanya meminta keadilan yang sebenar-benarnya. Umat muslim tidak akan melakukan demonstrasi jika hukum benar ditegakkan,” ungkapnya.
Terkait unjuk rasa yang akan dilakukan pada 25 November mendatang, KH Ismail Zulkarnain secara tegas mengatakan, jika pada saatnya Ahok tidak ditetapkan sebagai tersangka atas kasus penistaan dan pelecehan Alquran, maka seluruh umat muslim yang berada di Indonesia tidak akan rela.
“Penganut agama yang mana jika kitab sucinya dilecehkan atau dinistakan tidak akan marah. Kami sebagai perwakilan umat muslim di Provinsi Lampung hanya meminta hukum ditegakkan dan dalam perkara ini pihak aparat penegak hukum harus mengambil tindakan secara transparan, karena menyangkut keyakinan rakyat Indonesia yang mayoritas beragama islam,”tuturnya.

You are here: Home