


Penrem 043/Gatam
Bandar Lampung - Sambut Hari Juang Kartika ke – 71 pada 15 Desember 2016 mendatang, Korem 043/Garuda Hitam menggelar pasar murah dan bazaar sembako murah di Lapangan Makorem 043/Garuda Hitam Bandar Lampung, Kamis, 08/12/16.
Kegiatan bazar yang berlangsung meriah dan di ikuti oleh 45 stand yang langsung di buka oleh Kepala Staf korem 043/Gatam yang mewakili Danrem, Letnan Kolonel Inf Utten Simbolon, menjelaskan dalam sambutanya, “ bahwa dengan harga kebutuhan bahan pokok yang relative meningkat, terutama menjelang hari raya Natal dan tahun Baru, maka Korem 043/Gatam menyelenggarakan kegiatan Bazar murah, meskipun berbelanja di sini cukup murah, namun pola hidup harus mengedepankan pola hidup sederhana dan tidak bersifat Konsumsif. Kata Kasrem di depan para undangan.
Areal Pasar murah yang melibatkan beberapa pengusaha dan pedagang sembako yang ada di wilayah Bandar Lampung ini di banjiri sekitar 2000 pengujung yang ingin membeli kebutuhan bahan pokok yang memang dijual dengan harga relative murah. Selain dibuka bazar murah juga memberikan bingkisan kepada para Prajurit Veteran.
Dengan stand berdiri tenda khusus menjual pernak-pernik dan pakaian bermotif tentara, bahan kebutuhan sembako, buah-buahan dan makanan dan minuman Khas Lampung yang laris manis di serbu pembeli, pedagang banyak yang merasa untung dan puas karna dagangan laku dan habis terjual.
Tampak hadir para undangan yang terdiri dari, perwakilan Budha Suci, perwakilan dan pengurus Veteran Lampung, Dandenkesyah, para Kasi dan Staf Korem 043/Gatam, pengurus dan anggota Persit KCK Korem 043/Gatam serta para pengusaha dan pedagang di wilatyah Bandar Lampung.
Hari Juang Kartika yang diperingati tiap tanggal 15 Desember setiap tahunnya merupakan tanggal khusus yang ditetapkan Korps Infanteri TNI AD untuk mengenang pertempuran Ambarawa. Pertempuran tersebut terjadi Desember 1945 antara Tentara Keamanan Rakyat (TKR) yang dipimpin Jenderal Soedirman yang berhasil memukul mundur pasukan Sekutu dari Ambarawa menuju Semarang. Semboyan yang dipergunakan Jenderal Soedirman saat itu menjadi semboyan populer buat mengenang Perang Ambarawa. Semboyan tersebut adalah "Rawe-rawe rantas, malang-malang putung. Patah tumbuh hilang berganti". Sebelumnya Hari Juang Kartika ini bernama Hari Infanteri.
Kegiatan bazar yang berlangsung meriah dan di ikuti oleh 45 stand yang langsung di buka oleh Kepala Staf korem 043/Gatam yang mewakili Danrem, Letnan Kolonel Inf Utten Simbolon, menjelaskan dalam sambutanya, “ bahwa dengan harga kebutuhan bahan pokok yang relative meningkat, terutama menjelang hari raya Natal dan tahun Baru, maka Korem 043/Gatam menyelenggarakan kegiatan Bazar murah, meskipun berbelanja di sini cukup murah, namun pola hidup harus mengedepankan pola hidup sederhana dan tidak bersifat Konsumsif. Kata Kasrem di depan para undangan.
Areal Pasar murah yang melibatkan beberapa pengusaha dan pedagang sembako yang ada di wilayah Bandar Lampung ini di banjiri sekitar 2000 pengujung yang ingin membeli kebutuhan bahan pokok yang memang dijual dengan harga relative murah. Selain dibuka bazar murah juga memberikan bingkisan kepada para Prajurit Veteran.
Dengan stand berdiri tenda khusus menjual pernak-pernik dan pakaian bermotif tentara, bahan kebutuhan sembako, buah-buahan dan makanan dan minuman Khas Lampung yang laris manis di serbu pembeli, pedagang banyak yang merasa untung dan puas karna dagangan laku dan habis terjual.
Tampak hadir para undangan yang terdiri dari, perwakilan Budha Suci, perwakilan dan pengurus Veteran Lampung, Dandenkesyah, para Kasi dan Staf Korem 043/Gatam, pengurus dan anggota Persit KCK Korem 043/Gatam serta para pengusaha dan pedagang di wilatyah Bandar Lampung.
Hari Juang Kartika yang diperingati tiap tanggal 15 Desember setiap tahunnya merupakan tanggal khusus yang ditetapkan Korps Infanteri TNI AD untuk mengenang pertempuran Ambarawa. Pertempuran tersebut terjadi Desember 1945 antara Tentara Keamanan Rakyat (TKR) yang dipimpin Jenderal Soedirman yang berhasil memukul mundur pasukan Sekutu dari Ambarawa menuju Semarang. Semboyan yang dipergunakan Jenderal Soedirman saat itu menjadi semboyan populer buat mengenang Perang Ambarawa. Semboyan tersebut adalah "Rawe-rawe rantas, malang-malang putung. Patah tumbuh hilang berganti". Sebelumnya Hari Juang Kartika ini bernama Hari Infanteri.













