Penrem 043/Gatam. Bandar Lampung 11/3/17. Kasi Ter Korem 04/Gatam Letkol Inf JP. Sipayung memberikan pembekalan kepada peserta munas wilayah VII pemuda pancasila di Provinsi Lampung mengenai Wawasan Kebangsaan dalam hal kebinekaan dalam berpolitik untuk NKRI harga mati.
Dalam materinya Kasi Ter (kepala seksi teritorial) menjelaskan tentang bentuk-bentuk ancaman yang dihadapi bangsa Indonesia saat ini diantaranya pengaruh lingkungan Strategi yaitu pengaruh Global, Regional, Nasional, Peluang dan Kendala.
Sedangkan ancaman yang serius telah lemahnya Wawasan Kebangsaan masyarakat Indonesia yang ditandai dengan pertama Paham, telah munculnya paham dimasyarakat yang bertentangan dengan Pancasila sebagai dasar negara, kedua Rasa, telah lunturnya komitmen terhadap Bhineka Tunggal Ika dan lemahnya jatidiri masyarakat pada wilayah negara dan ketiga Semangat, ditandai dengan turunnya kebanggaan menjadi bangsa Indonesia yang dikenal dengan lemahnya semangat bela negara.
Kasi Ter juga menjelaskan bahwa Bangsa Indonesia lahir dari persamaan perasaan kebangsaan Indonesia, kehendak untuk hidup bersatu di tanah air Indonesia, sebagai satu Bangsa dan bersama-sama berjuang untuk mencapai cita-cita Kebangsaan. Bangsa Indonesia tidak lahir didasarkan atas persamaan kelahiran, kesukuan, kedaerahan, ras ataupun keagamaan tetapi karena Bhinneka Tunggal Ika yang disatukan oleh Ideologi Pancasila.
"Didalam Pancasila terkandung hakekat yang harus dipedomani Bangsa Indonesia yaitu sila pertama landasan moral, sila kedua perilaku, sila ketiga syarat dan semangat, sila keempat cara berdemokrasi dan sila kelima tujuan. Bangsa Indonesia ada karena Sumpah Pemuda, Negara Indonesia ada karena Pancasila. Untuk itu mantapkan wawasan kebangsaan untuk mewujudkan kerukunan guna menjaga keutuhan NKRI", tambah Letkol Inf JP.Sipayung.
Dalam materinya Kasi Ter (kepala seksi teritorial) menjelaskan tentang bentuk-bentuk ancaman yang dihadapi bangsa Indonesia saat ini diantaranya pengaruh lingkungan Strategi yaitu pengaruh Global, Regional, Nasional, Peluang dan Kendala.
Sedangkan ancaman yang serius telah lemahnya Wawasan Kebangsaan masyarakat Indonesia yang ditandai dengan pertama Paham, telah munculnya paham dimasyarakat yang bertentangan dengan Pancasila sebagai dasar negara, kedua Rasa, telah lunturnya komitmen terhadap Bhineka Tunggal Ika dan lemahnya jatidiri masyarakat pada wilayah negara dan ketiga Semangat, ditandai dengan turunnya kebanggaan menjadi bangsa Indonesia yang dikenal dengan lemahnya semangat bela negara.
Kasi Ter juga menjelaskan bahwa Bangsa Indonesia lahir dari persamaan perasaan kebangsaan Indonesia, kehendak untuk hidup bersatu di tanah air Indonesia, sebagai satu Bangsa dan bersama-sama berjuang untuk mencapai cita-cita Kebangsaan. Bangsa Indonesia tidak lahir didasarkan atas persamaan kelahiran, kesukuan, kedaerahan, ras ataupun keagamaan tetapi karena Bhinneka Tunggal Ika yang disatukan oleh Ideologi Pancasila.
"Didalam Pancasila terkandung hakekat yang harus dipedomani Bangsa Indonesia yaitu sila pertama landasan moral, sila kedua perilaku, sila ketiga syarat dan semangat, sila keempat cara berdemokrasi dan sila kelima tujuan. Bangsa Indonesia ada karena Sumpah Pemuda, Negara Indonesia ada karena Pancasila. Untuk itu mantapkan wawasan kebangsaan untuk mewujudkan kerukunan guna menjaga keutuhan NKRI", tambah Letkol Inf JP.Sipayung.













