
Penrem 043/Gatam
Bandar Lampung, Jum’at (20/11) Bertempat di Ruang Seminar Magister Ilmu Pemerintahan Fisip Unila Komandan Korem o43/Garuda Hitam Kolonel Inf Joko P. Putranto M.Sc selaku Nara Sumber dalam Diskusi tersebut, yang mengambil Thema “ Berbagi Pengalaman : Merawat Nilai-Nilai Kebajikan untuk Perdamaian, Penguatan Peran Multistakeholder untuk Transparansi Konflik “ acara Diskusi ini digagas dan diselenggarakan oleh Akar Rumput Stategic (ARS) Jakarta dan Pusat Kajian Konflik dan Resolusi Konflik (CCR) Fisip Unila.Dalam Diskusi ini Komandan Korem 043/Gatam menyampaikan Apresiasi yang tinggi Atas terselenggaranya Diskusi Konflik ini, Komandan Korem pun menyampaikan salah Satu Statemen yang menjadi Skala Prioritas swaktu menerima Tugas dan Tanggung Jawab selaku Komandan Korem 043/Gatam, yakni mengumpulkan senjata yang sampai dengan hari ini sudah terkumpul lebih dari 200 pucuk senjata api Pabrikan maupun buatan tangan.
Statemen tersebut diperkuat dengan alasan Beliau , “ Pangkal Konflik yang ada di Dunia kalau sudah melibatkan senjata api pasti lebih dalam itu sudah pasti, kalau Cuma bacok bacokan jumlah yang mati mungkin tidak banyak dibanding dengan tembak-tembakan". Itu yang saya kejar. Saya tidak akan pernah berhenti untuk melakukan itu dan saya tidak pernah menggunakan cara-cara Kinetik atau cara-cara Kekerasan tetapi yang lebih banyak saya pergunakan cara-cara Persuasif dengan melalui Media Cetak dan Elektronic.
Diskusi yang diselenggarakan (ARS) Jakarta dan Pusat Kajian Konflik dan Resolusi Konflik (CCR) Fisip Unila ini diikuti oleh peserta lainnya yakni ; Pengurus EMPAL, Staf PT. CPB, Forum Lintas Agama, Ketua dan Staf Paguyuban Sosial Masyarakat Tionghoa (PSMTI), Pengurus WALUBI, Ketua Sinode GKSBS, Pengurus ISI Lampung.
Kegiatan Diskusi berlangsung dengan tertib, Aman dan Lancar.
Statemen tersebut diperkuat dengan alasan Beliau , “ Pangkal Konflik yang ada di Dunia kalau sudah melibatkan senjata api pasti lebih dalam itu sudah pasti, kalau Cuma bacok bacokan jumlah yang mati mungkin tidak banyak dibanding dengan tembak-tembakan". Itu yang saya kejar. Saya tidak akan pernah berhenti untuk melakukan itu dan saya tidak pernah menggunakan cara-cara Kinetik atau cara-cara Kekerasan tetapi yang lebih banyak saya pergunakan cara-cara Persuasif dengan melalui Media Cetak dan Elektronic.
Diskusi yang diselenggarakan (ARS) Jakarta dan Pusat Kajian Konflik dan Resolusi Konflik (CCR) Fisip Unila ini diikuti oleh peserta lainnya yakni ; Pengurus EMPAL, Staf PT. CPB, Forum Lintas Agama, Ketua dan Staf Paguyuban Sosial Masyarakat Tionghoa (PSMTI), Pengurus WALUBI, Ketua Sinode GKSBS, Pengurus ISI Lampung.
Kegiatan Diskusi berlangsung dengan tertib, Aman dan Lancar.















